Selasa, 13 November 2012

Hanya ada "SATU JALAN"




Apa yang muncul dalam pikiran anda jika pengajar matematika anda mengatakan, “ Selamat pagi, hari ini saya akan memperkenalkan sebuah metode baru untuk melakukan perkalian, pembagian, pertambahan dan pengurangan. Say
a tahu kalian selalu berpikir bahwa 2+2=4, 5-5=0, 3x3=9, dan seterusnya. Tetapi saya pikir sangat arogan jika kita berpikir hanya ada satu jalan untuk melakukan matematika. Mengapa tidak boleh 2+2=5, jika kita benar-benar mempercayainya?” Anda pasti berpikir dia sudah gila, hanya ada satu jalan untuk melakukan matematika, 2+2 akan selalu menghasilkan 4, sama seperti 5-5=0.

Hal itu disebut absolute atau mutlak. Ada beberapa hal di alam semesta ini yang bersifat mutlak, entah Anda mau mempercayainya atau tidak. Anda bisa berdiri di atas rel kereta api sementara kereta api sedang berlari menuju Anda, dan Anda mempunyai segudang iman yang menyatakan bahwa Anda akan keluar “sebagai pemenang” Namun, bagaimana pun, kebenaran mutlak mengatakan bahwa “kereta api itu lebih besar dari Anda, Anda bisa dilindasnya sampai terkoyak”

Jika satu hal adalah benar, maka kebalikannya pasti salah. Jika 2+2=4, maka 2-2=4 tidak mungkin benar. Begitu juga 2+2=5 dalah salah. Formula itu bertentangan satu sama lain. Tidak perlu seorang jenius untuk mengerti bahwa jika ada dua hal bertentangan, maka tidak mungkin keduanya benar. Bagaimana jika kemutlakan itu menyangkut sesuatu yang lebih penting dan kritis dalam kehidupan, yaitu kekekalan jiwa? Banyak orang tahu bahwa jika dua atau lebih hal bertentangan satu sama lain, maka tidak mungkin semuanya benar.

Tetapi ketika Anda menyampaikan pandangan tentang hidup sesudah kematian, semua pandangan seakan menjadi “benar” jika Anda percaya dengan sepenuh hati. Tapi saya katakan,ketulusan seperti ini salah. Sama seperti ada kebenaran mutlak dalam dunia fisik, demikian juga ada kebenaran mutlak dalam dunia rohani , dan keputusan Anda tentang hal itu akan menentukan keberadaan Anda di dalam kekekalan. Anda mungkin bertanya, “Jika memang demikian, apakah berarti ada juga kepalsuan mutlak di dalamnya?” Tentu saja. Semua agama tidak mungkin sama-sama benar. Banyak dari mereka bahkan bertentangan satu sama lain. Mengatakan bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan adalah sama dengan mengatakan bahwa 2+2=4 atau 5 atau 15 atau apa pun yang Anda inginkan.

Lalu,”Yang mana yang benar?” Terakhir saya periksa, sedikitnya seseorang memiliki 300 pilihan agama. Hal itu menyebabkan banyak orang menyerah pada pandangan bahwa banyak jalan menuju Tuhan. Tapi lihatlah pilihan-pilihan itu seperti ini, bagaimana jika anda menderita penyakit yang mematikan dan 300 dokter member saran yang berbeda-beda? Masalahnya semua dokter itu bertentangan.

Saya ragu jika Anda berpikir,” Saran semua dokter itu mengarah pada cara penyembuhan yang sama dan secara acak saya harus memilih satu, sambil berharap cara itu berhasil. Atau, Anda akan mewawancarai setiap dokter, menyediakan waktu yang banyak untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi sebelum memutuskan. Karena hidup Anda bergantung pada itu.” Anda memang memiliki penyakit mematikan yang disebut dosa, dan suatu hari nanti Anda pasti meninggal dunia.

Sekarang Anda memiliki banyak pilihan yang bertentangan, tersedia untuk jaminan hidup kekal. Berita bagusnya adalah Satu Orang telah menghapus pertentangan dan membuktikan bahwa Ia adalah penyembuh sejati satu-satunya penyakit mematikan itu. Dia bukanlah tokoh-tokoh agama lain. Anda bisa mempertaruhkan hidup Anda dengan memilih mereka, jika Anda mau. Tetapi keyakinan rohani saya adalah pada Dia yang megaku sebagai satu-satunya jalan menuju Sorga dan yang telah bangkit dari kematian untuk membuktikan bahwa Ia tahu apa yang Ia katakan.

Yesus mengatakan,” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa ( Sorga ) jika tidak melalui Aku” ( Yohanes 14:6 ). Tidak pernah ditemukan dalam kitab suci manapun ada pemimpin agama yang berani berkata demikian selain Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Sorga dan kekristenan adalah satu-satunya agama yang berlandaskan kasih karunia bukan perbuatan. Menurut agama-agama lain, Anda harus berbuat sesuatu untuk menerima keselamatan, sorga, nirwana atau apapun juga. Hanya kekristenan yang berdasar pada anugerah dan iman.

Manusia secara alami penuh kesombongan. Ini adalah salah satu alasan terbesar mengapa muncul banyak sekali agama. Orang ingin merasakan bagaimana rasanya mencapai keselamatan dengan perbuatannya. Bahkan, adalah sesuatu yang sangat rendah untuk mengakui bahwa anda adalah seorang yang berdosa dan harus mempercayakan hidup anda pada tangan orang lain sebagai satu-satunya harapan untuk mendapatkan keselamatan. Sebagian besar orang tidak mau menyerahkan kesombongannya, sehingga mereka mencemplungkan dirinya kepada agama apapun yang dapat memuaskan ego mereka. Masalahnya adalah berjuta-juta orang akan meninggal dengan kepercayaan diri yang besar dan membawa tiket satu jalan, menuju neraka.

Hal ini mengingatkan saya untuk bertanya kepada Anda,”Apakah Anda sudah memeriksa tujuan tiket Anda akhir-akhir ini?” Jika tiket Anda berkata sesuatu yang lain selain Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Sorga, maka tiket itu adalah salah. Satu-satunya hal mutlak yang benar adalah ini : Iman kepada Yesus + kematianNya di kayu salib + bukan perbuatan = Sorga.
See Translation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cartoons Myspace Comments