“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju…” (Yesaya 1:18a)
Sore itu Ibu Conny (seorang single parent) baru saja pulang dari
kantornya, tubuhnya lelah dan ingin rasanya untuk segera mandi agar
segar kembali. Saat ia baru saja masuk rumah, ia disambut tangis isak
putrinya semata wayang. Putri menangis dan terus menerus meminta maaf
pada Mamanya. Sang Mama bingung, kenapa buah hatinya Putri meminta maaf sampai seperti itu.
Ibu Conny mengajak Putri untuk duduk dan menceritakan duduk masalahnya.
“Ada apa, sayang? Mama tidak mengerti memangnya Putri sudah buat apa?”
Putri tidak berani menatap sorotan mata Mama tercinta. Ia merasa sudah
sangat berdosa dan kotor, diiringi dengan tangisan Putri berujar,”Mama,
maafin Putri….Putri hamil….” Ibu Conny sangat terkejut bagaikan
tersambar petir di sore hari. Seluruh sendi tubuhnya terasa lemas
seketika itu juga.
Ibu Conny merasa marah dan kecewa terhadap Putri,
anak kesayangannya. Ingin rasanya ia marah dan menjambaki rambut
anaknya itu. Tetapi saat ia melihat bagaimana anaknya menangis di
kakinya dengan ratapan penuh penyesalan. Hatinya pun iba, ia segera
memeluk anaknya dan menangis bersama.
Kesalahan sudah terjadi tetapi
Ibu Conny menyadari bila ia memarahi Putri hanya akan memperkeruh
keadaan dan membuat anaknya depresi. Maka ia menerima kejadian itu dan
menata kembali kehidupan anaknya tercinta. Dengan kasih sayang ia
mengampuni, menerima anak dan calon cucunya. Putri pun belajar dari
kesalahan untuk tidak mencari kasih sayang dari manusia, yng akhirnya
memperdayainya.
Kita mungkin telah melakukan yang fatal sebagaimana
Putri, datanglah pada Tuhan sebab Ia bukan saja mengampuni dosa kita
tetapi akan memulihkan kembali. Kita harus belajar kesalahan untuk
bertumbuh lebih baik lagi di dalam Tuhan.
Doa: Tuhan ampuni segala dosa dan kesalahan yang telah kubuat. Basuhlah aku dan sucikanku lagi. Amien
Firman Tuhan: Yesaya 1:16-18
Hidup Yang Ku pilih Membuat ku Berarti Karna Yesus Tuhan Tempat ku Percaya Dan Berharap :)
Minggu, 03 Maret 2013
KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Menginspirasi Banyak Orang
Zhang
Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat
belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus
menerima kenyataan ibunya lari dari
rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera
keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup
lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia
tak mau menafkahi keluarganya.
Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.
Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.
Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.
Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.
Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.
Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.
Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.
Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.
Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.
Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?
Trimakasih,
Tuhan Yesus Memberkati.
Sukai juga halaman ini ya :
Yesus Tolong Saya
...gLory
Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.
Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.
Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.
Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.
Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.
Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.
Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.
Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.
Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.
Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?
Trimakasih,
Tuhan Yesus Memberkati.
Sukai juga halaman ini ya :
Yesus Tolong Saya
...gLory
MUSUH MEMBUAT ANDA SUKSES
Anda bertanya,
kalo memang TUHAN merancangkan kehidupan yg sukses buat Anda,
Mengapa ada yg benci & iri hati terhadap Anda?
Mengapa ada orang terdekat yg berubah ingin menjatuhkan Anda?
Mengapa ada rekan kerja di kantor yg berpolitik melawan Anda?
Mengapa ada saudara dekat yg menyebarkan gosip & hal-hal negatif tentang Anda?
Taukah Anda bahwa TUHAN memakai "musuh-musuh" yg membenci & memusuhi Anda u/ membuat Anda sukses?
TUHAN punya maksud baik di balik smua penderitaan Anda,
Jangan ijinkan kekecewaan bertumbuh.
Jika Anda memberikan respon seperti yg Yesus ajarkan, maka Anda akan menjadi orang yg sukses. Ada 4 langkah:
1. Cepat lepaskan pengampunan kpd org yg sudah menyakiti Anda.
Perbuatan mereka memang sudah menyakiti Anda,
tapi akan lebih menyakitkan lagi apabila Anda menyimpan rasa sakit itu & membawanya kemana pun Anda pergi.
Anda harus lepaskan rasa sakit itu dgn cara mengampuni.
2. Ingat rancangan TUHAN baik untuk Anda.
Di tengah orang-orang yg membenci Anda, ingat bahwa DIA tidak merencanakan kehancuran untuk hidup Anda.
3. Selalu bersukacita & bersyukur.
Mudah sekali untuk bersukacita dalam keadaan yg nyaman & menyenangkan,
tapi TUHAN mengajarkan Anda bahwa "the real joy" adalah ketika Anda bersukacita dalam keadaan yg buruk.
4. Bertekad untuk tidak menyerah.
Situasi buruk bukan berarti mimpi & janji-janji TUHAN batal terjadi dalam hidup Anda.
Karna itu, jangan putus asa, jangan berhenti apalagi mundur !!
Saudaraku,
Ingatlah selalu firmanNYA:
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
(Yeremia 29:11)
O:) Have a Blessed day O:)
O:) Keep Winning and Always Give Thank's
♡̬̩̃̊•Göϑ•♡̬̩̃̊•ϐłêšš•♡̬̩̃̊•Ƴö ů•♡̬̩̃̊.
kalo memang TUHAN merancangkan kehidupan yg sukses buat Anda,
Mengapa ada yg benci & iri hati terhadap Anda?
Mengapa ada orang terdekat yg berubah ingin menjatuhkan Anda?
Mengapa ada rekan kerja di kantor yg berpolitik melawan Anda?
Mengapa ada saudara dekat yg menyebarkan gosip & hal-hal negatif tentang Anda?
Taukah Anda bahwa TUHAN memakai "musuh-musuh" yg membenci & memusuhi Anda u/ membuat Anda sukses?
TUHAN punya maksud baik di balik smua penderitaan Anda,
Jangan ijinkan kekecewaan bertumbuh.
Jika Anda memberikan respon seperti yg Yesus ajarkan, maka Anda akan menjadi orang yg sukses. Ada 4 langkah:
1. Cepat lepaskan pengampunan kpd org yg sudah menyakiti Anda.
Perbuatan mereka memang sudah menyakiti Anda,
tapi akan lebih menyakitkan lagi apabila Anda menyimpan rasa sakit itu & membawanya kemana pun Anda pergi.
Anda harus lepaskan rasa sakit itu dgn cara mengampuni.
2. Ingat rancangan TUHAN baik untuk Anda.
Di tengah orang-orang yg membenci Anda, ingat bahwa DIA tidak merencanakan kehancuran untuk hidup Anda.
3. Selalu bersukacita & bersyukur.
Mudah sekali untuk bersukacita dalam keadaan yg nyaman & menyenangkan,
tapi TUHAN mengajarkan Anda bahwa "the real joy" adalah ketika Anda bersukacita dalam keadaan yg buruk.
4. Bertekad untuk tidak menyerah.
Situasi buruk bukan berarti mimpi & janji-janji TUHAN batal terjadi dalam hidup Anda.
Karna itu, jangan putus asa, jangan berhenti apalagi mundur !!
Saudaraku,
Ingatlah selalu firmanNYA:
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
(Yeremia 29:11)
O:) Have a Blessed day O:)
O:) Keep Winning and Always Give Thank's
♡̬̩̃̊•Göϑ•♡̬̩̃̊•ϐłêšš•♡̬̩̃̊•Ƴö
"We Walk by FAITH not by SIGTH"
Ketika
belia, Corrie ten Boom (wanita Belanda yang banyak menyelamatkan kaum
Yahudi dari kekejaman Nazi) mendengar Sadhu Sundar Singh bersaksi.
Ketika kecil, Sadhu pernah membenci Yesus, membakar Alkitab, melempari
misionaris dengan lumpur. Ia meminta Tuhan menampakkan diri jika Dia
memang ada. Sadhu ingin tahu apa benar ada surga dan kehidupan setelah
mati. Untuk membuktikannya, ia berpikir harus mati dulu. Maka, ia
berencana menabrakkan diri pada kereta api yang melaju. Tiba-tiba cahaya
menyilaukan melingkupinya. Dan, seorang laki-laki bertanya, sampai
kapan ia akan menyangkal Tuhan yang telah mati baginya. Sadhu melihat
lubang di tangan laki-laki itu.
Mendengar kesaksian itu, Corrie
ingin mengalaminya juga, agar hidupnya mengiring Tuhan tak
”membosankan”. Namun, saat Corrie menyampaikan hal ini, Sadhu menjawab
bahwa sesungguhnya pengalaman Corrie lebih ajaib dibanding
pengalamannya: ”Saya harus melihat Yesus supaya bisa percaya, sedangkan
Anda sudah memercayai Dia tanpa harus melihat.”
Kata Yesus kepada Tomas: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau
percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
(Yohanes 20:29). Sedikit murid bisa bertemu Yesus secara langsung.
Namun, lebih banyak yang tak bertemu langsung. Itu sebabnya teguran
Yesus kepada Tomas mewakili setiap kita yang belum pernah melihat Tuhan
kasatmata. Tuhan menegaskan bahwa bukan itu yang terpenting. Melainkan,
apakah kita sungguh bersuka karena Tuhan kita ada dan hidup. Dan, secara
pribadi mengalami bagaimana Dia hadir serta dekat dengan kita—dalam
peristiwa besar maupun kecil di hidup kita
Ditulis oleh Agustina Wijayani
RENUNGANHARIAN.NET
Ketika
belia, Corrie ten Boom (wanita Belanda yang banyak menyelamatkan kaum
Yahudi dari kekejaman Nazi) mendengar Sadhu Sundar Singh bersaksi.
Ketika kecil, Sadhu pernah membenci Yesus, membakar Alkitab, melempari
misionaris dengan lumpur. Ia meminta Tuhan menampakkan diri jika Dia
memang ada. Sadhu ingin tahu apa benar ada surga dan kehidupan setelah
mati. Untuk membuktikannya, ia berpikir harus mati dulu. Maka, ia
berencana menabrakkan diri pada kereta api yang melaju. Tiba-tiba cahaya
menyilaukan melingkupinya. Dan, seorang laki-laki bertanya, sampai
kapan ia akan menyangkal Tuhan yang telah mati baginya. Sadhu melihat
lubang di tangan laki-laki itu.
Mendengar kesaksian itu, Corrie
ingin mengalaminya juga, agar hidupnya mengiring Tuhan tak
”membosankan”. Namun, saat Corrie menyampaikan hal ini, Sadhu menjawab
bahwa sesungguhnya pengalaman Corrie lebih ajaib dibanding
pengalamannya: ”Saya harus melihat Yesus supaya bisa percaya, sedangkan
Anda sudah memercayai Dia tanpa harus melihat.”
Kata Yesus kepada Tomas: ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau
percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
(Yohanes 20:29). Sedikit murid bisa bertemu Yesus secara langsung.
Namun, lebih banyak yang tak bertemu langsung. Itu sebabnya teguran
Yesus kepada Tomas mewakili setiap kita yang belum pernah melihat Tuhan
kasatmata. Tuhan menegaskan bahwa bukan itu yang terpenting. Melainkan,
apakah kita sungguh bersuka karena Tuhan kita ada dan hidup. Dan, secara
pribadi mengalami bagaimana Dia hadir serta dekat dengan kita—dalam
peristiwa besar maupun kecil di hidup kita
Ditulis oleh Agustina Wijayani
RENUNGANHARIAN.NET
Langganan:
Komentar (Atom)










